Perjalanan Mengikuti Bimtek Penyusunan Renstra SKPD Lingkup Kabupaten Luwu Utara

perjalanan bimtekSetelah kurang lebih 18 jam perjalanan dari kampung halaman, rombongan peserta Bimtek Penyusunan Renstra tiba di Hotel Perdana Bandung. Hotel yang mungkin tempat tujuan kami sebenarnya, karena sesungguhnya sampai saat ini, saya dan beberapa teman yang sempat saya tanya, belum mendapatkan gambaran dan informasi yang jelas tentang kegiatan ini, tempat dan pematerinya masih ‘misterius’ bagi saya dan beberapa teman peserta bimtek tentunya. Panitia dalam hal ini Bappeda sebagai penyelenggara kegiatan ini juga tidak memberikan informasi apa-apa. Mungkin saya belum menemukan orang yang tepat saja untuk mendapatkan informasi itu atau saya yang memang ketinggalan informasi tersebut. Namun bukan itu yang menjadi fokus saya dalam catatan ini. Saya hanya ingin mencatat sedapat mungkin semua aktivitas perjalanan saya dan rombongan peserta bimtek penyusunan Renstra SKPD lingkup pemerintah daerah Kabupaten Luwu Utara Tahun 2015 ini.

Setelah beberapa kali mengikuti perjalanan sejenis, perjalanan saya kali ini tergolong cukup melelahkan. Selain kondisi kesehatan yang sedang terganggu oleh batuk dan sakit pinggang, perasaan yang berat meninggalkan keluarga, juga beban pekerjaan mendesak yang saya tinggalkan untuk mengikuti kegiatan ini, ditambah lagi aroma mobil baru bus Bintang Marwah membuat pusing dan mual bertingkah tak henti hingga di ruang tunggu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Ingin rasanya merebahkan badan, melepaskan semua penat setelah membuka pintu kamar hotel, tempat tidur berukuran sedang dengan sprei warna putih bersih seakan telah lama mempersiapkan diri menyambut kedatangan dan siap memeluk dengan lembut. Namun saya harus menyelamatkan baju dan celana di dalam tas ransel kecil yang tak kalah penat dari saya. Saya tidak ingin kepenatannya masih jelas berbekas saat digunakan untuk acara bimtek nantinya karena tak membawa setrika untuk mengusir penatnya.

Keinginan itu akhirnya tercapai juga. Pelukan buaian sprei putih menghilangkan kesadaran dan ternyata mampu mengurai lelahku yang terpintal serak meski hanya beberapa saat karena terjaga oleh bariton seorang teman yang mengajak jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *