Malaikat Kecilku (part-1)

malaikat kecilAkhirnya kesempatan ini datang juga setelah lebih 3 tahun lamanya keinginan untuk menulis semua hal tentang pertumbuhan dan perkembangan ‘malaikat’ kecilku belum juga terlaksana. Keinginan ini muncul saat melihat semua tingkah lucunya yang sangat menggemaskan. Dan Alhamdulillah meskipun tulisan ini rencana saya sajikan menjadi beberapa bagian (part), paling tidak saya sudah memulainya. :D

Azka Fachreza Hafidz itulah namanya. Nama yang telah dipersiapkan jauh sebelum kelahirannya.

Pemberian nama kepada seorang anak berdasarkan pengalaman sosial saya biasanya didominasi oleh ayah, tapi tidak untuk saya. Saya harus memberikan penghargaan itu kepada seorang ibu dalam hal ini adalah istri saya, apalagi setelah mengikuti perjuangan dia saat mulai ngidam dan mengandung sungguh luar biasa, terlebih setelah melihat secara langsung proses persalinan yang penuh perjuangan, sungguh perjuangan hidup dan mati. Memberi kehormatan/penghargaan kepada istri tercinta untuk memberikan nama kepada buah hati saya fikir sudah sangat tepat. Walaupun akhirnya nama tersebut merupakan hasil kesepakatan kami berdua.

Saya kembali ke judul, Malaikat Kecilku. Saat saya menyebutnya malaikat, bukan tanpa alasan dan saya punya argumen sendiri tentang itu, meskipun tanpa alasan dan argumen juga sebenarnya tak mengapa :). Saya tidak ingin merujuk pada kamus besar bahasa Indonesia untuk pengertian kata malaikat. Terlalu ilmiyah :) sedangkan dasar pemikiran saya saat itu simple saja namun tetap substansial. 

Saat ini saya ingin mendefinisikan kata malaikat itu berdasarkan pemahaman awam saja. Dan saya yakin banyak diantara saudara saya diluar sana juga sependapat dengan saya. Saya ingin mendefinisikan malaikat itu sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang dapat memotivasi dan menjadi penyebab manusia untuk merubah kehidupannya menjadi lebih baik disisi Allah SWT dan lingkungan sosialnya. Itulah definisi saya saat ini dan dengan argumentasi tentunya sebagaimana saya kemukakan sebelumnya, namun saya tidak ingin memperdebatkan hal itu karena kita masing-masing memiliki hak yang sama untuk mendefiniskannya.

Sampai dengan paragraf ini, saya belum menulis apapun tentang malaikat kecilku dan mata saya sudah terlalu berat untuk melanjutkan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *