Kenyamanankah Solusinya?

Jenuh

Untuk kesekian kalinya saya merasa tidak optimal melaksanakan sederet pekerjaan kantor. Pekerjaan yang numpuk satupun belum bisa dikurangi [numpuk lagi], pekerjaan banyak yang berulang [no schedule], kehabisan kata dan tak dapat ide [blank], adalah bentuknya. Bukan justifikasi sebuah kemalasan atau ketidakmampuan saya untuk melakukan pekerjaan/tugas-tugas itu :), menurut saya, memang ada beberapa alasan yang menyebabkan saya merasa tidak optimal, salah satunya adalah masalah kenyamanan.

Kenyamanan memang bukan tujuan, tapi situasi yang membuat kita tidak nyaman untuk melakukan aktifitas/rutinitas itu punya implikasi yang serius pada hasil kerja atau tujuan yang ingin kita capai. Banyak hal yang dapat membuat kita merasa tidak nyaman dalam melaksanakan rutinitas. Untuk kasus saya ini, saya menggolongkannya menjadi 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor Internal yang saya maksudkan disini lebih kepada masalah emosional. Masalah pacar misalnya (untuk yang belum berkeluarga yak), keluarga, teman dan lingkungan sosial dapat memicu faktor ini. Secara pribadi, ini cukup menggangu saya dalam bekerja. Sering kali saya mendengar orang bilang untuk tidak mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan namun bagi saya ini sungguh berat dan jujur saya sudah pasti mengagumi orang yang mampu melakukan itu.

Masalah tempat kerja atau lingkungan kerja adalah faktor eksternalnya. Hal ini juga cukup mengganggu efektifitas kerja saya. Jauh sebelum saya memikirkan hal ini [belum sempat mikir :D], ternyata telah menjadi perhatian bapak ini, Muchdarsyah Sinungan dalam bukunya Produktivitas Apa Dan Bagaimana (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), hal. 83 :

Banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja, untuk itu perusahaan harus berusaha menjamin agar faktor yang berkaitan dengan produktivitas dapat dipenuhi secara maksimal, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah lingkungan kerja.

Jangan heran jika ruang kerja pejabat dan ‘bos-bos’ seperti bapak-bapak direktur perusahaan serba wah, deluxe [pernyataan ini tidak berlaku untuk direktur perusahaan didaerah saya, Masamba. Karena sebagian besar ruang kerja direkturnya di warkop :D]. Karena kenyamaan tempat/lingkungan kerja dapat memicu kita untuk bekerja lebih sehingga mendapatkan hasil kerja yang maksimal.

Untuk sementara 2 faktor itulah yang memicu ketidaknyamanan saya dalam melaksanakan rutinitas harian dikantor. Dan jika ada faktor lainnya berarti itu faktor ketiga. Hahay :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *